ANALISIS POTENSI
SEBARAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI (Scirpophaga sp.) MENGGUNAKAN PEMODELAN CLIMEX DAN SISTEM
INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus Provinsi Jawa Barat)
Eva Nurhayati, S.Si
Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung
ABSTRAK
Tingkat kesesuaian suatu hama padi untuk dapat berkembang biak dengan baik
dapat diduga salah satunya dari pengaruh faktor iklim melalui pendekatan
Ecoclimatic Index (EI) dalam pemodelan CLIMEX. Sedangkan pola penyebaran OPT
pada suatu wilayah tertentu dapat dimodelkan dengan menggunakan teknologi GIS.
Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari kajian ini, dapat memperoleh
informasi deliniasi wilayah potensial
sebaran hama penggerek batang padi (Scirpophaga
sp.) berdasarkan
karakteristik iklim dalam upaya peningkatan produktivitas pangan, khususnya di
wilayah Jawa Barat.
Secara keseluruhan, kisaran curah hujan rata-rata bulanan pada selang
100-400 mm/bulan cenderung menyebabkan nilai EI yang sangat tinggi (50-100) dan
tingkat serangan berat (>= 0.5). Sedangkan kondisi diluar batas tersebut
akan menyebabkan kondisi unfavourable bagi perkembangan hama PBP, sehingga
pengaruhnya terhadap nilai kenyamanan (nilai EI) dan luas serangan dalam bentuk
intensitas serangannya di lapangan akan ikut menurun.
Distribusi potensi sebaran hama PBP secara umum untuk seluruh wilayah Jawa
Barat cenderung memiliki tingkat kerawanan yang cukup nyaman setiap bulannya,
khususnya wilayah yang mewakili Kabupaten Bandung, Sumedang, Tasikmalaya,
Garut, Ciamis, Purwakarta dan Kuningan. Dengan
nilai EI yang tinggi (50-100) namun intensitas serangannya relatif rendah (<
0.5), hal ini cenderung masih menunjukkan tingkat kerawanan yang relatif
rendah. Dengan demikian kegiatan penanaman padi pada beberapa daerah
tersebut masih dapat dilakukan dalam ambang batas aman. Sedangkan tingkat
kerawanan tertinggi terdapat di sebagian besar wilayah Pantura, khususnya untuk
kejadian bulan-bulan basah (musim hujan). Kondisi sebaliknya terjadi di wilayah
yang mewakili Kabupaten Sukabumi, Bogor dan Cianjur cenderung pada saat
kejadian bulan basah tersebut, distribusi penyebarannya relatif kurang
berpotensi (kurang rawan). Oleh sebab itu, pada saat kondisi ini dapat
digunakan sebagai waktu/jadwal tanam padi yang baik untuk ketiga wilayah
tersebut.
Lebih lengkapnya silahkan lihat disini
Lebih lengkapnya silahkan lihat disini