ANALISIS POTENSI SEBARAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI

Posted by evarain on Saturday, March 29, 2014

ANALISIS POTENSI SEBARAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI (Scirpophaga sp.) MENGGUNAKAN PEMODELAN CLIMEX DAN SISTEM  INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus Provinsi Jawa Barat)


Eva Nurhayati, S.Si
Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung


ABSTRAK

Tingkat kesesuaian suatu hama padi untuk dapat berkembang biak dengan baik dapat diduga salah satunya dari pengaruh faktor iklim melalui pendekatan Ecoclimatic Index (EI) dalam pemodelan CLIMEX. Sedangkan pola penyebaran OPT pada suatu wilayah tertentu dapat dimodelkan dengan menggunakan teknologi GIS. Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari kajian ini, dapat memperoleh informasi deliniasi wilayah  potensial sebaran hama penggerek batang padi (Scirpophaga sp.) berdasarkan karakteristik iklim dalam upaya peningkatan produktivitas pangan, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Secara keseluruhan, kisaran curah hujan rata-rata bulanan pada selang 100-400 mm/bulan cenderung menyebabkan nilai EI yang sangat tinggi (50-100) dan tingkat serangan berat (>= 0.5). Sedangkan kondisi diluar batas tersebut akan menyebabkan kondisi unfavourable bagi perkembangan hama PBP, sehingga pengaruhnya terhadap nilai kenyamanan (nilai EI) dan luas serangan dalam bentuk intensitas serangannya di lapangan akan ikut menurun.

Distribusi potensi sebaran hama PBP secara umum untuk seluruh wilayah Jawa Barat cenderung memiliki tingkat kerawanan yang cukup nyaman setiap bulannya, khususnya wilayah yang mewakili Kabupaten Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Purwakarta dan Kuningan. Dengan nilai EI yang tinggi (50-100) namun intensitas serangannya relatif rendah (< 0.5), hal ini cenderung masih menunjukkan tingkat kerawanan yang relatif rendah. Dengan demikian kegiatan penanaman padi pada beberapa daerah tersebut masih dapat dilakukan dalam ambang batas aman. Sedangkan tingkat kerawanan tertinggi terdapat di sebagian besar wilayah Pantura, khususnya untuk kejadian bulan-bulan basah (musim hujan). Kondisi sebaliknya terjadi di wilayah yang mewakili Kabupaten Sukabumi, Bogor dan Cianjur cenderung pada saat kejadian bulan basah tersebut, distribusi penyebarannya relatif kurang berpotensi (kurang rawan). Oleh sebab itu, pada saat kondisi ini dapat digunakan sebagai waktu/jadwal tanam padi yang baik untuk ketiga wilayah tersebut.

Lebih lengkapnya silahkan lihat disini
More aboutANALISIS POTENSI SEBARAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI